
lol
(Source: fuckyeahmahasiswa)

Betul Sekali :(
(Source: fuckyeahmahasiswa)
Kartu di Dompet

Avatar Parampaa Day #19: Pocong.
Apakah anda takut dengan pocong? Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan jika bertemu pocong:
1. Katakan, “Halo, apa kabar!”
Belum tentu semua pocong berniat buruk karena pocong juga (dulunya) manusia. Ada pocong yang hanya lewat, yang kemudian merasa terganggu karena ada seseorang yang berteriak
“ADA POCOOOONGGGG!”
sehingga ia mendatangi orang tersebut untuk sekedar bertanya,
“…MAKSUD LO APA???”
namun sayang orang yang ditanyakan keburu pingsan dan kencing di celana.
2. Tatap terus si pocong dan jangan mengalihkan pandangan.
Ingat film-film horor? Ketika korban menoleh, eh pocongnya malah nongol di sampingnya. Oleh karena itu, jika anda melihat pocong dari jauh, jangan menoleh, jangan berkedip, terus tatap si pocong yg melompat mendekat. Niscaya dia akan menyerah karena lompatannya terlalu pendek, sedangkan jarak anda dengannya terlalu jauh (anda bisa jalan mundur sambil tetap menatap si pocong agar ia merasa dikerjai!)
3. Tendang pocong sampai terguling
Ketika ia berusaha keras untuk bangun, larilah! Atau injak-injak dulu mukanya agar semua amarah dan energi negatif keluar dari tubuh anda. Konon katanya menginjak-injak pocong ini sudah digunakan secara turun-temurun pada zaman kerajaan Majapahit untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk Raja sehingga ia bisa memerintah dengan jernih pikirannya.
4. Siapkan peta.
Karena tidak semua pocong tau jalan. Jika anda sedang diam duduk dan memperhatikan ada pocong yg beberapa kali lewat, itu mungkin tanda dia sedang nyasar dan malah jadi berputar-putar. Berbaikhatilah menawarkan bantuan petunjuk agar pocong tersebut tiba di tujuannya dengan selamat (walaupun ia sudah mati).
5. Tanyakan jawaban dari perhitungan Matematika yang rumit!
Seperti: berapakah (5x-3)^3(3-x^3)^4?
Di saat dia bingung memikirkan jawabannya, ulangi poin ketiga.
Selamat mencoba!
Ancient Riau was a region of Sriwijaya Kingdom. It is even said that the city of Muara Takus was the center of the Kingdom around 11-12th century, beside nowadays Palembang in South Sumatra. After Sriwijaya’s doom, Kingdom of Malaka gained power over the area, including the territory of…
(Source: beingindonesian)

Muara Takus Temple is a complex of five temples located in Muara Takus village, Kampar Regency, or about 135 km from Riau capital, Pekanbaru. This Buddhist temple was Sriwijaya Kingdom’s legacy. Ancient traders who made journey through Kampar Kanan river usually stopped by to pray in the temple.
A geologist Cornet D Groot found the temple in 1860 and it has been constructed many time since.

Riau covers over 87.000 km2 area in the central eastern island of Sumatra. Major rivers pass through the province including Siak, Indragiri/Kuantan, Rokan and Kampar.
Viscous royal atmosphere all over the region is among Riau’s singularity. History of old times’ Kings is reflected in many of today’s legacies: Siak Sri Indrapura Palace, Pelalawan Palace, Rajo Kotorajo Palace, Rokan Palace as well as Muara Takus Temple of Sriwijaya Kingdom.
Cultural and natural objects for tourism are also various. Festivals as such Bakar Tongkang and Pacu Jalur are favorites, while Biosfer Reservation of Giam-Siak Kecil and typical tropical beaches in several small islands around the province are worth a visit.
(Source: beingindonesian)




